Stage Review

Seringai Panaskan Panggung Road To Soundrenaline Bandung

Band rock oktan tinggi yang belum lama ini merilis album bertajuk ‘Seperti Api’ kembali bermain di kota Kembang. Malam itu, Seringai tampil gahar bertemankan udara Bandung yang sedang dingin-dinginnya. Seringai menjadi salah satu band yang sangat dinanti kehadirannya di kota ini.

Minggu, (5/7) lalu, Seringai bermain di gelaran Road to Soundrenaline yang bertempat di Prabuwangi Park, Arcamanik, Bandung. Mereka berbagi panggung dengan Scaller X Iga Massardi, Danilla X Tigapagi, Payung Teduh, Mustache and Beard, Under The Big Bright Yellow Sun, Muchos Libre, Swastamita, dan juga Hi!.

Danilla X Tigapagi mendapatkan jatah tampil pada sore hari. Hal tersebut dirasa menjadi sebuah keputusan yang tepat, sebab musik mereka sangat pas didengarkan sebagai pengantar untuk menikmati senja di sore hari. Mereka tampil dengan kostum yang terkonsep, seakan-akan sedang bernostalgia dengan penampilan perdana kolaborasi antara keduanya. Danilla mengenakan kostum layaknya suster yang sedang bertugas di sebuah rumah sakit. Tigapagi yang digawangi oleh Prima Dian (gitar), Eko Sakti (gitar) serta Sigit Pramudita (vokal & gitar) membuka penampilan dengan lagu ‘Sembojan’. Setelahnya, Danilla beserta musisi pengiring masuk untuk memainkan ‘Ini dan Itu’. Di lagu ketiga, mereka bernyanyi bersama membawakan lagu kolaborasi mereka yang berjudul ‘Tidur Bersama’.

Setelah terpotong oleh break Magrib dan Isya, giliran Scaller X Iga Massardi naik pentas. Sayangnya, penampilan mereka malam itu tak bisa dibilang sempurna. Suara simbal serta bass drum terasa cukup mengganggu sepanjang pertunjukan. Selain itu, baik Reney (gitar & vocal) maupun Stella (synthesizers & vocal) terlihat minim interaksi dengan penonton, walaupun sebenarnya mereka bisa memanfaatkan jeda lagu untuk sedikit berbincang-bincang bersama para penonton yang hadir. Walau begitu, terjadi sedikit perubahan ketika Iga naik ke atas panggung. Terbiasa menjadi frontman di Barasuara, rasanya bukan hal yang sulit bagi Iga untuk berinteraksi dengan penonton. Bahkan, penonton dibuat tertawa oleh celotehannya yang mungkin tak akan digunakan ketika tampil bersama bandnya sendiri. Kolaborasi antara Scaller dan Iga Massardi sendiri terjadi di tiga lagu terakhir yaitu ‘Flair’, ‘Arus Merah’ dan ‘The Youth’.

Selanjutnya, giliran Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) yang menduduki panggung. Walaupun lagu-lagunya tanpa vokal, agaknya tak menjadi masalah berarti bagi penonton. Toh, mereka tetap bisa menikmati musik UTBBYS.

Kali ini, tiba giliran Arian cs yang mengambil alih kendali. Seringai membuka set malam itu dengan intro yang terhitung baru, penonton terlihat cukup sabar menanti arahan Arian13 (vokalis) untuk memulai moshing pada malam itu. Memasuki lagu kedua, para Serigala Militia pun mulai menggila. Mereka seakan-akan melaksanakan arahan Arian13 melalui lirik lagu ‘Program Party Seringai’ yang berbunyi “Berlari keliling, dalam pusaran brutal”.

Sebelum menyanyikan part ‘Aku ingin, kau menggila, mulai lagi!’,Arian13 menyuruh penonton untuk membuat satu circle pit besar setelah sebelumnya terbentuk 3 buah circle pit. Salah satu yang ditunggu dari setiap penampilan Seringai adalah kelakar Arian13 di antara jeda lagu. Benar saja, ketika memperkenalkan Roma dari Killed pada bass untuk menggantikan Sammy yang berhalangan hadir,dengan santainya dia bilang, “Roma wajahnya mirip Sophan Sophiaan ya,” yang kemudian ditertawakan oleh Khemod (drum) maupun Ricky (gitar) yang mendengarnya.

Malam itu mereka memasukkan dua buah lagu baru dari album ‘Seperti Api’ ke dalam setlist, yaitu nomor ‘Persetan’ dan ‘Selamanya’. Walau mencoba menghadirkan setlist baru, namun penampilan mereka masih dominan diisi oleh nomor-nomor langganan, seperti ‘Program Party Seringai’, ‘Akselerasi Maksimum’, ‘Mengadili Persepsi’, serta ‘Dilarang di Bandung’.

Ditulis oleh Armand Muttaqin

Tags
Show More

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: