Stage Review

Pesta Tiga Malam di Synchronize Fest 2018

Memasuki tahun ketiganya, Synchronize Fest kembali menghadirkan ratusan line up lintas genre yang dihadirkan dalam tiga hari gelarannya pada 5-7 Oktober 2018 lalu.

Bertempat di Gambir Expo, Jakarta, festival musik tahunan ini sukses menyulap venue menjadi lautan manusia yang ingin berpesta dengan idolanya masing-masing.

Pada hari pertama pelaksanaannya, line Synchronize Fest diisi oleh beberapa band kenamaan, seperti Naif, Barasuara, Maliq & D’Essentials, Mesin Tempur, Burgerkill, dan beberapa nama lainnya yang tidak kalah pamor. Walaupun terdapat enam panggung berbeda, pengemasan rundown terlihat cukup rapi, sehingga jadwal main antara satu band dengan band lainnya tidak terlalu bertabrakan.

Di hari pertama, line up yang dihadirkan memang jauh lebih santai sehingga tidak terlalu terjadi penumpukan penonton di panggung utama. Berbeda dengan hari kedua, masing-masing panggung tampak lebih penuh dari hari sebelumnya. Pada sore hari, Dynamic Stage sudah dipenuhi oleh mereka yang ingin menyaksikan penampilan The Panas Dalam yang dpimpin oleh Imam Besar The Panas Dalam, Ayah Pidi Baiq. Selanjutnya, Forest Stage dipenuhi oleh massa dari band .Feast yang membawakan nomor-nomor andalan mereka dari album ‘Beberapa Orang Memaafkan’ dan ‘Multiverse’.

Selepas break magrib, penonton terlihat jauh lebih padat, tak mau basa-basi, suguhan musik dari Godbless mampu membuat panggung utama mendadak rock oleh penikmat band kawakan era 80-an tersebut yang hingga saat ini namanya masih eksis walau para personelnya sudah lanjut usia. Tidak hanya yang tua, banyak anak muda yang melebur dan berbaur jadi satu ketika band yang dinahkodai oleh Ahmad Albar tersebut beraksi. Tabik!

Selepas penampilan Godbless yang membuat kuping sedikit berisik, saya memilih menenangkan telinga ke District Stage yang saat itu diisi oleh penampilan grup asal Yogyakarta, NDX AKA yang sukses membuat para penonton bergoyang tanpa pandang baju apa yang mereka pakai. Saya melihat persis di depan saya, seorang pria yang memakai kaos Paramore namun ia tetap asyik bergoyang ketika band yang seluruh liriknya memakai bahasa Jawa tersebut beraksi. Synchronize Fest membuat gap ini menjadi terpatahkan untuk sejanak. Tahun lalu akankah mereka mengundang biduan dangdut? Mungkin layak dicoba!

Kembali ke panggung utama, menjelang pukul 10 malam, Sheila On 7 tampil dengan setlist yang tidak biasa. Jika membandingkan dengan panggung-panggung lainnya, saya rasa band asal Yogyakarta ini berlatih ekstra karena memutuskan untuk memainkan nomor lawas ‘Terlalu Singkat’ dari album 507 dirilis tahun 2006 silam. Jika biasanya penonton sing along ketika Duta menyanyikan nomor ‘Hari Bersamanya’, Dan’, atau ‘Melompat Lebih Tinggi’, saat membawakan lagu ‘Terlalu Singkat’ sepertinya hanya penikmat sungguhan band tersebut yang hafal menyanyikannya.

Terdapat jeda beberapa puluh menit sebelum raja dangdut Rhoma Irama naik mungkin dan mengumpulkan seluruh massa di panggung utama untuk berjoged bersama. Walaupun tidak tampil sesuai waktu yang disediakan panitia, namun penonton terlihat cukup puas melihat penampilan sang raja dangdut untuk yang kedua kalinya di Synchronize Fest.

Dewa 19 Reunion Jadi Penutup yang Sempurna

Saya pribadi agak cukup kaget ketika mengetahui Dewa 19 Reunion akan menampilan Ari Lasso serta Once Mekel dalam satu pangung. Entah penawaran seperti apa yang diberikan pihak Synchronize Fest untuk mewujudkan super reuni band yang satu ini.

Malam itu saya pun jadi saksi dari penampilan yang belum tentu akan saya saksikan lagi dalam waktu dekat ini. Kecuali mereka memutuskan hal yang sama seperti Padi dan melakukan tur ke beberapa kota di Indonesia. “Malam ini teman-teman di Synchronize Fest akan jadi saksi reuni yang cukup langka,” kata Ari Lasso kepada penonton.

Ari Lasso dan Once Mekel membawakan lagu demi lagu secara bergantian, nomor-nomor seperti ‘Restoe Boemi’, ‘Cukup Siti Nurbaya’ dan ‘Aku di Sini Untukmu’ menjadi tiga lagu pertama yang dinyanyikan oleh Ari Lasso.

Setelah itu, ia melanjutkannya dengan trek ‘Kirana’, ‘Cinta kan Membawamu Kembali’ dan ‘Kangen’ dibawakan secara beruntun tanpa jeda, seakan ingin membuat penonton tidak bernafas sedikit pun.

Panggung kemudian diambil oleh Once untuk kemudian melanjutkan set dengan membawakan lagu ‘Roman Picisan’ dan ‘Sayap-sayap Patah’. Dua nomor hit di era 2000an yang membuka babak kedua. Riuhnya tepuk tangan dari Baladewa membuat suasana menjadi semakin magis.

“Apa kabar semua? Sekian lama menunggu, saat yang istimewa,” kata Once dari atas panggung. Once melanjutkan, “Teman-teman yang datang sudah mengikuti Dewa dari masa Ari lasso hingga masih saya di tahun 2000an, mungkin masih ada yang menjadi dua sejoli saat ini.” Seusai itu, Once kemudian membawakan nomor ‘Dua Sejoli’ dan ‘Risalah Hati’.

Rasanya tidak rerlalu sulit bagi Dewa 19 untuk memilah setlist yang akan dibawakan pada malam itu, nomor wajib seperti ‘Arjuna’, ‘Pupus’, ‘Kamulah Satu-satunya’, hingga ‘Separuh Nafas’ pun tak luput untuk dibawakan. Walau rasanya tidak ingin cepat berakhir, namun Dewa 19 harus menutup penampilan mereka yang sulit untuk dilupakan barang sebentar saja. Nomor ‘Sepatuh Nafas’ menjadi trek pamungkas untuk menutup aksi mereka sembari diiringi oleh nyala kembang api yang begitu cantik.

Setelah ini, saya rasa Synchronize Fest layak dijadikan sebagai tontonan wajib para pecinta musik Indonesia dari berbagai penjuru kota. Semoga tahun depan genre yang dihadirkan lebih beragam lagi dan band-band yang dimainkan tidak hanya itu-itu saja.

Tags
Show More

Mentari Nurmalia

A writer who loves Hetfield. Sometimes in backstage, sometimes in frontrow

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker