Stage Review

Menyaksikan Boyzone Sebelum Bubar

Kalau boleh jujur, saya bukanlah penggemar boyband yang kerap bernyanyi sembari meliuk-liukkan tubuhnya di atas panggung. Sedari kecil saya lebih senang menonton band, bukan boyband. Walaupun paras para boyband kenamaan enak dipandang, saya jauh lebih rela menonton festival musik dengan beragam genre selama seharian penuh, dibandingkan harus menyaksikan boyband walau hanya satu jam saja. Maafkan saya, Ronan Keating!

Pada hari Sabtu, (18/7) di Ballroom The Trans Luxury Hotel, saya berkesempatan menyaksikan Boyzone, salah satu boyband kenamaan dunia yang rupanya memutuskan untuk undur diri dari panggung musik yang telah membesarkan namanya.

Saat ini, band yang beranggotakan Ronan Keating, Shane Lynch, Mikey Graham, dan Keith Duffy tengah menjalankan rangkaian tur yang bertajuk ‘Boyzone Asean Tour 2018’ yang meliputi negara-negara Asia, di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filifina. Di Indonesia sendiri, ada tiga kota yang mereka kunjungi, yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Lewat gelaran konser bertitel ‘Boyzone 25 Years Farewell Concert’, Boyzone sukses memukau lebih dari 3000 penggemarnya di Bandung. Tepat pukul 20:00 WIB, Boyzone membuka panggung dengan membawakan nomor ‘Pictures of You’.

“Halo Bandung, selamat malam. Kalian luar biasa malam ini. Kalian siap bersenang-senang. Kalian akan mendengarkan lagu kami dari tahun 1993. Kami telah 25 tahun bersama. Terima kasih sudah ada di sini malam ini,” ucap Ronan usai menyanyikan lagu pembuka.

Mereka kemudian melanjutkan penampilannya dengan membawakan ‘Love is a Hurricane’, ‘Baby Can I Hold’, ‘That All I Need’, dan ‘Going Get Though’ secara berurutan.

Di usia yang tak muda lagi, mereka tetap terlihat atraktif di atas panggung. Sejumlah lagu mereka lengkapi dengan koreografi nan kompak.

“Great to be here. Terima kasih. Kami merasa beruntung bertahan 25 tahun di bisnis ini. Penggemar membuat kami merasakan hal-hal yang menyenangkan,” ujar Keith sebelum melanjutkan penampilan dengan lagu ‘You Needed Me’ dan ‘Words’

Usai berkaraoke massal dengan dua nomor sebelumnya, Ronan cs kemudian mengajak para penonton untuk sejenak mengenang sosok Stephen Gately, personel Boyzone yang telah meninggal dunia pada 2009 lalu. Mereka lalu menyanyikan lagu ‘Save it All Away’, salah satu lagu tribute untuk Stephen.

Setelah itu, penonton lalu dibuat histeris saat mendengar intro ‘Everyday I Love You’dimainkan. Koor massal pun sulit dihindarkan. Lagu hits milik Boyzone yang satu ini seakan menjadi nomor wajib yang tak boleh dilewatkan di tiap panggung mereka.

“Terima kasih, Bandung. Terima kasih sudah mencintai kita,” ujar Ronan usai membawakan hits single yang satu itu.

Nomor-nomor hits sepanjang masa tak luput dari setlist padat yang dihadirkan Boyzone pada malam itu. ‘Love The Way You Love Me’, ‘Love Me For a Reason’, dan ‘No Matter What’ menghiasi lagu demi lagu yang dilantunkan oleh Ronan cs.

Ketika konser sudah berlangsung hampir dua jam, energi penonton rupanya tak mau terpadamkan begitu saja. Hingga akhirnya mereka pun mengucap pamit usai membawakan trek ‘Who We Are’. Namun, penonton sepertinya tak ingin konser perpisahan ini berakhir. Mereka kemudian meneriakan ‘we want more’ terus menerus sampai para personel Boyzone muncul kembali di atas panggung.

Alhasil, dalam beberapa menit Boyzone pun kembali ke atas panggung dan memberikan hadiah encore yang terdiri dari dua nomor lagu yaitu ‘A Different Beat’ dan ‘Rollercoaster’.

Sesaat sebelum lagu terakhir selesai dibawakan, Ronan Keating turun panggung, ia lalu menyalami penonton di barisan depan satu per satu, beberapa ada yang mengeluarkan ponselnya untuk kemudian melakukan wefie bersama vokalis yang penuh kharisma itu.

Malam itu, Boyzone menghadirkan set panjang sebanyak 20 lagu. Malam itu menjadi yang perdana dan terakhir bagi Boyzone mengunjungi kota Kembang. Bagi para penggemar setianya, malam tersebut tampaknya akan menjadi malam paling bersejarah.

Walau sejatinya bukan penggemar Boyzone, dan hanya mengetahui beberapa lagu hits nya saja, saya cukup senang bisa menyaksikan Ronan Keating yang hanya berjarak beberapa meter saja dari pandangan saya.

Tags
Show More

Mentari Nurmalia

A writer who loves Hetfield. Sometimes in backstage, sometimes in frontrow

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: