Stage Review

Menilik Penampilan Orkes Keroncong Midaleudami feat De Oemar Bakrie di Kenduri Keroncong Demak

Musik keroncong mungkin terdengar asing di telinga para generasi yang tumbuh besar di era serba digital seperti sekarang ini. Namun, Orkes Keroncong Midaleudami tetap membuktikan bahwa grup ini masih bisa dinikmati penampilannya. Mereka membuktikan diri dengan tampil di sebuah acara bertajuk Kenduri Keroncong yang berlangsung di Hotel Citra Alam, Demak, Jaw a Tengah, pada Sabtu, (6/10) lalu.

Tampil di pesisir utara Pulau Jawa, Orkes Keroncong Midaleudami menjadi salah satu pengisi acara Kenduri Keroncong. Kenduri sendiri memiliki secara harfiah sebagai suatu perjamuan makan untuk memperingati peristiwa. Sebuah perhelatan yang digelar sebagai ajang syukuran dan silaturahmi bagi musisi-musisi keroncong dari beberapa daerah, seperti Demak, Semarang, dan Bandung.

Musisi keroncong dari Bandung sendiri diwakili oleh gabungan dua orkes keroncong, yakni Orkes Keroncong Midaleudami dan Orkes Keroncong De Oemar Bakrie. Sedangkan untuk tuan rumah diwakili oleh Orkes Keroncong Gita Citra Alam dan Tjong Young GCA. Kenduri Keroncong juga merupakan pesta perayaan ke-11 tahun Orkes Keroncong Gita Alam

Malam itu, O.K Midaleudami feat De Oemar Bakrie membawakan lima lagu, di antaranya ‘Keroncong Kemayoran’ dan ‘Bengawan Solo’ yang dibawakan oleh Zsazsi. Set pun berlanjut dengan menyanyikan nomor ‘Sambel Cobek’ dimana posisi vokal diambil alih oleh Bung Andre dari Keroncong Tugu.

Setelah itu, Zsazsi dari Midaleudami kemudian berkolaborasi bersama Gian (De Oemar Bakrie) untuk kemudian membawakan lagu ‘Nurlela’. Pada trek penutup, mereka membawakan nomor pamungkas ‘Kota Bandung di Kala Malam’.

Selanjutnya, gelaran Kenduri Keroncong pun ditutup dengan apik oleh kolaborasi yang dibawakan O.K Midaleudami bersama O.K De Oemar Bakrie. Rasa guyub dan ramah terlihat dari setiap penampilan dan orang-orang yang datang untuk menonton.

Satu hal yang paling penting adalah seiring berkembangnya zaman dan tren musik tanah air, pada kenyataanya musik keroncong bisa terus bertahan dan tetap eksis di antara genre-genre musik lainnya yang lebih laku di pasaran. Semoga Kenduri Keroncong menjadi pentas alternative bagi musisi keroncong lainnya untuk terus melanjutkan eksistensinya agar bisa terus beregenerisasi.

Tags
Show More

Insan Kamil

Music Photographer est 2016 - life in passion.

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: