Stage Review

Konser Nyanyian Anak Bintang: Melestarikan Musik Anak

Keempat anak itu menampilkan buah karyanya di atas panggung. Mereka berbagi panggung secara bergantian tanpa rasa canggung.

 

 

Penonton dibuat terbuai oleh penampilan Sky Sucahyo yang membuka panggung Konser Nyanyian Anak Bintang dengan lagu anak Ambilkan Bulan. Kemudian, secara bergantian para pendukung acara seperti Oscar Lolang, Sendi (Parahyena), Jon Kastella, Fils The Feels, Dua Sejoli, Senartogok, dan yang lainnya membawakan satu lagu dari album Nyanyian Anak Bintang. Setelahnya, adik kecil dari Rumah Bintang yang terdiri dari Tri Ananda Bayu Nita Yani, Kaisya Nikita Sukma Yudha, Daffi Almeron, dan Dries Putra Hidayat kembali menyanyikan lagu-lagu tersebut di hadapan para penonton di IFI Bandung, Minggu (27/1).

Konser ini merupakan release party, setelah sebelumnya album berbentuk cakram padat (CD) yang dirilis pada November 2017 lalu oleh Maraton Mikrofon. Walau keempat adik kecil itu masih duduk di sekolah dasar, mereka tampang menikmati setiap momen ketika berada di atas panggung. Nanda, selalu menyunggingkan senyum manisnya ke arah penonton. Kaisya, tanpa malu untuk berbicara ketika ditanya oleh pemandu acara. Sedangkan Dries dan Daffi tampil santai walaupun kerap terlihat malu-malu. Kali itu, terlihat banyak orang tua yang menemani anaknya menyaksikan konser ini. Kini para orang tua bisa sedikit tenang, karena ada karya musik anak yang bisa disuguhkan untuk anak-anaknya di rumah.

Menjadi sebuah kesenangan tersendiri ketika melihat pertunjukan musik anak masih bisa dinikmati dan direalisasikan. Sekarang ini tak banyak untuk menjumpai lagu anak di pasaran. Kita masih saja terngiang dan teringat lagu anak era 90an yang itu-itu saja, seperti Balonku, Ambilkan Bulan, Topi Saya Bundar, atauBurung Kakak Tua.  

Kehadiran kembali karya musik anak bisa menjadi sebuah gerakan yang perlu dijadikan contoh bagi para pegiat musik lainnya, khususnya di Bandung. Bahwa musik anak bisa terlahir dari buah pikiran anak-anak itu sendiri, tidak melulu orang dewasa yang menciptakan untuk anak-anak, atau mereka yang juga menyanyikannya.

Berawal Dari Ruang Sederhana

Rumah Bintang adalah sebuah kelompok belajar di Gang Nangkasuni, Wastukencana. Komunitas belajar ini sudah berdiri sejak tahun 2004 yang sengaja dibuat untuk ruang sederhana untuk anak-anak ketika pulang sekolah.

Komunitas belajar ini bisa menemukan bibit baru yang menonjol di bidang musik, hingga akhirnya dibentuk grup kuartet yang terdiri dari Tri Ananda Bayu Nita Yani, Kaisya Nikita Sukma Yudha, Daffi Almeron, dan Dries Putra Hidayat. Keempatnya masih bersekolah di bangku sekolah dasar.

Baya yang juga personel grup musik Mr. Sonjaya adalah yang menemukan bakat tersembunyi dari keempat anak tersebut. Alhasil diajaklah mereka dalam workshop penulisan lirik. “Saya bercerita, lalu anak-anak mendengarkan. Lirik lagunya anak-anak yang menulis. Semuanya ada 9 lagu, salah satunya cover dari karya Deugalih,“ tuturnya dalam Konser Nyanyian Anak Bintang. Keempat anak itu kemudian menulis lirik dari apa yang dilihat dan dirasakan. Hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Rumah Bintang juga tidak hanya berada di Bandung saja, ada juga di Lembang dan Ciwidey. Semoga bukan hanya Rumah Bintang saja yang bisa berbuat seperti ini, tentu ada banyak komunitas-komunitas lainnya di kota ini, juga di Indonesia yang dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih. Rumah Bintang hanyalah sedikit bukti dari sekian rumah lainnya yang belum tampak.

Show More

Mentari Nurmalia

A writer who loves Hetfield. Sometimes in backstage, sometimes in frontrow

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: