Stage Review

Killchestra, Impian yang Menjadi Nyata

Burgerkill ingin mengerjakan sesuatu yang belum terealisasikan. Terinspirasi ketika menonton DVD Metallica, Burgerkill mewujudkan mimpinya lewat Killchestra.

Sudah bermimpi sejak lama, Burgerkill akhirnya menggelar konser orkestra. Berlangsung di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Minggu (15/4). Tak hanya bermain sendiri, Burgerkill juga ditemani oleh 12 band yang turut tampil dalam acara Hellshow Killchestra. Band yang digawangi oleh Vicki (vokal), Eben (gitar), Agung (gitar), Ramdan (bass), dan Putra (drum) menghadirkan set panjang sebanyak 17 lagu.

Darah Hitam Kebencian menjadi trek pembuka untuk memanaskan panggung. “Begundal, atmosfer yang sangat luar biasa untuk malam ini. Mau minum? Baru juga 3 lagu,” papar Vicki sembari mengucapkan terima kasih  kepada Begundal yang hadir. Pertunjukan dibagi menjadi 3 sesi, sesi awal dibuka oleh trek-trek dari empat album Burgerkill sebelumnya.  Nomor Sakit Jiwa, Shadow of Sorrow, dan House of Greed dimainkan tanpa jeda hingga menjelang pada sesi orkestra.

Tiba di sesi orkestra, satu per satu pengisi Encore Orchestra asuhan Alvin Witarsa mulai naik panggung. Burgerkill menyulap musik metal menjadi lebih mewah dengan sentuhan orkestra. Nomor-nomor seperti Anjing Tanah, Penjara Batin, Only The Strong, Angkuh dibuat Burgerkill menjadi lebih megah, yang didukung oleh tata cahaya dan tata panggung yang berkelas. Burgerkill juga mengajak Fadly, vokalis Padi untuk berduet lewat lagu Tiga Titik Hitam dan An Elegy.

Setelah selesai memainkan sesi orkestra, Burgerkill kemudian melanjutkan set nya dengan membawakan lagu-lagu anyar dari album Adamantine, dimainkanlah Pledge to Fight, integral, dan Undefeated secara live di hadapan Begundal pada malam itu.

Tak cukup sampai disitu saja, Burgerkill juga membawakan cover Air Mata Api dari Iwan Fals. Menutup pertunjukan Killchestra, Atur Aku milik Puppen dipilih sebagai sajian penutup, seluruh energi senantiasa diluapkan oleh para personel dan Begundal ketika lagu terakhir dimainkan. Burgerkill sukses membakar panggung selama 2,5 jam.

Lewat Killchestra, Burgerkill berhasil mewujudkan mimpinya yang sudah terpendam sejak lama. Konser ini juga sekaligus membuktikan kualitas Burgerkill sebagai band metal papan atas di Indonesia. Killchestra layak dijadikan sebagai sebuah standard baru bagi band lainnya untuk membuat suatu pertunjukan yang tak biasa.

 

Tags
Show More

Mentari Nurmalia

A writer who loves Hetfield. Sometimes in backstage, sometimes in frontrow

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: