Stage Review

Kembali Bernostalgia Dengan Padi Reborn

Sobat Padi kembali berbahagia, karena grup yang digawangi oleh Fadli (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rendra (bas), dan Yoyo (drum) kembali menyapa penggemarnya di Bandung pada sabtu (24/2) di Trans Studio Bandung.

Sempat vakum selama 7 tahun lamanya, rupanya Padi tetap memiliki tempat yang spesial di hati para Sobat Padi. Walaupun penonton harus merogoh kocek yang tidak murah, namun tiket untuk kelas VIP sendiri nyaris tak menyisakan kursi, begitu pun dengan area festival yang juga dipenuhi oleh penonton.

Band yang sudah berusia 21 tahun ini tentu sudah sangat lihai untuk memuaskan penonton dari atas panggung. Banyak kejutan yang mereka suguhkan dalam penampilan malam itu. Konser dibuka dengan video singkat tentang perjalanan karir Padi dari awal terbentuk hingga saat ini. Setelah itu, mereka pun menghentak panggung dengan hits Sang Penghibur, dilanjutkan tanpa basa-basi dengan lagu Lingkaran dan Bayangkanlah.

“Di karier kami terjadi gap tujuh tahun. Ada missing link yang membuat kami harus menjembatani generasi zaman dulu dan sekarang. Inginnya, lima tahun kedepan ada generasi baru yang menonton kami, karena setiap generasi punya kisahnya sendiri dan tak sama,” kata Piyu di sela penampilannya.

Pada kenyataanya, penonton yang hadir malam itu usianya cukup beragam, mulai dari anak remaja hingga usia lanjut. Meskipun demikian, penonton dengan usia 30-40 tahun terlihat mendominasi area konser, mereka yang turut menua bersama Padi.

Kejutan lain yang diberikan adalah aksi solo dari empat personil Padi, bahkan Ari dan Piyu juga tak segan menampilkan aksi solo gitarnya hingga dua kali.

Malam itu, Padi memainkan sekitar 18 lagu yang merangkum repertoar dari album Lain Dunia (1999), Sesuatu Yang Tertunda (2001), Save My Soul (2003), Padi (2005), dan Tak Hanya Diam (2007). Berdasarkan repertoar mereka, seharusnya yang menjadi lagu penutup adalah Sesuatu Yang Indah dan Sobat. Namun karena masih banyaknya penonton yang memadati arena konser, Padi pun memainkan Ode sebagai encore untuk pertunjukan malam itu, nomor yang sangat jarang dimainkan secara live.

Terima kasih, Padi. Sampai jumpa kembali!

 

ditulis oleh Armand Muttaqin

 

Tags
Show More

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: