Rock Updates

Usung Konsep Berbeda, Synchronize Fest 2019 Hadirkan Band-band Emo Beken Pada Masanya

Festival musik muti-genre Synchronize Fest kembali digelar di tahun 2019. Tepatnya pada 5-7 Oktober di Gambir Expo Kemayoran Jakarta. Acara besutan Demajors dan Dyandra Promosindo sudah mengumumkan sampai fase ketiga.

Adapun para penampil yang belum lama ini diumumkan berasal dari band-band emo lawas yang bisa jadi begitu dirindukan oleh para pendengarnya. Melihat gaung dari komunitas pencinta musik emo yang begitu solid dan bersemangat, Synchronize Fest 2019 menyambut  baik dengan mengumumkan 10 nama line up penampil khusus bergenre emo yang pernah menjadi raja di pentas seni tanah air. Sebut saja Alone at last, Jakarta Flames, Too Late Too Notice, Majesty, The Side Project, Speak Up, Seems Like Yesterday, Killed by Butterfly, Killing Me Inside Reunian, Dieunderdog, hingga Emo Revival.

Sebelumnya, Synchronize Fest telah mengumumkan beberapa nama terpilih di fase pertamadan fase kedua yang dihiasi oleh nama-nama pamor tanah air yang tidak diragukan lagi musikalitasnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, Synchronize Festival rupanya memiliki tema khusus yang bertajuk “Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia”. Tema ini dipilih karena berkaitan dengan harmonisasi antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Juga ingin menumbuhkan pergerakan massa terhadap perubahan lingkungan.  

“Selalu ada saja kejutan tak terduga yang bakal ditampilkan dan membuat para calon penonton wajib datang ke perhelatan ini. Sebab, perjalanan musik Indonesia harus ter-capture di Synchronize Festival,” jelasnya.

Adapun beberapa nama populer yang sudah bisa dipastikan akan tampil pada Oktober mendatang di antaranya Gigi, Glenn Fredly, Monita Tahalea, Superglad, Tipe-X, hingga Kahitna.

Ciptakan Gerakan Peduli Lingkungan

Walau masih lama digelar, tapi penjualan tiket pre-sale Synchronize Fest 2019 pun laku keras. Kiki Aulia Ucup selaku Program Director Synchronize Festival mengatakan bahwa acara yang digelarnya ini memiliki identitas tersendiri dibandingkan event lain dalam proses kurasi dan eksplorasi para penampilnya.

Pada gelarannya kali ini, pihak Synchronize Fest juga akan melakukan gerakan peduli sosial dan lingkungan loh. Seperti apa bentuknya?

Nantinya selama acara berlangsung pihak penyelenggara akan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai untuk makanan dan minuman bagi seluruh tim panitia. Lalu, akan disediakan juga water station bagi yang membawa tumbler agar mereka tidak lagi menggunakan botol plastik.

Tak hanya itu saja, Synchronize Fest juga akan berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah dengan menerapkan prosedur Less Waste Event yang secara resmi telah diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Pedoman Pengelolaan Sampah Pada Pelaksanaan Acara.

Adapun aksi nyata tersebut di antaranya menyediakan wadah sampah terpilih di area festival, membuka ruang kerja sama komunitas  yang bisa memanfaatkan barang bekas pakai, mengolah sampah organic menjadi kompos, hingga membuka Synchronize Recycle Station, dimana nantinya penontong yang datang bisa terlibat aktif dalam mengelola sampahnya selama festival berlangsung.

Foto: Dok. Synchronize Festival

Tags
Show More

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: