Otherside

Kisah The Panasdalam Akan Difilmkan Lewat Koboy Kampus

Setelah sukses dengan film Dilan 1990, rupanya Pidi Baiq tak mau berdiam diri terlalu lama. Bersama 69 Production dan Bianglala Production, Pidi Baiq akan menghadirkan karya terbarunya, Koboy Kampus: Understanding The Panas Dalam. Pidi Baiq sendiri bertindak sebagai penulis dan sutradara dalam filmnya kali ini. Proses pra produksi film Koboy Kampus akan dimulai pada Juli 2018 ini, dengan menghadirkan setting tahun 1995-1998.

Ditemui dalam konferensi pers pada (9/5) lalu, Pidi Baiq menjelaskan bahwa film Koboy Kampus berkisah tentang awal mula perjalananan The Panasdalam sebelum menjadi grup band. “Sebenarnya ini adalah kegiatan yang merepotkan. Tapi, karena didukung oleh orang sekitar jadi direalisasikan untuk menjadi film. Saya teringat untuk membuat film tentang negara The Panasdalam yang kemudian menjadi band. Lalu munculah nama Koboy Kampus, dan The Panasdalam sendiri didirikan tahun 1995 di ITB untuk menjadi sebuah negara bukan sebuah band,” tutur Pidi Baiq.

Kisah The Panasdalam sebelumnya pernah dibuatkan film dokumenter pada tahun 2013. Saat itu Tubagus Deddy bersama Pidi Baiq bekerja sama dengan insan film dari Jepang. Tetapi, film dokumenter tersebut tidak pernah tayang. Pada kesempatan kali ini, Pidi Baiq kembali mengajak Tubagus Deddy untuk menggarap Koboy Kampus. Pidi Baiq juga mengajak Erwin Koboy, vokalis The Panasdalam dan Gagan Ninu, sahabat Pidi Baiq yang juga ikut mendirikan negara The Panasdalam untuk berdiskusi mengenai film Koboy Kampus.

Sekar Ayu Asmara yang bertindak sebagai Produser Pelaksana dari Bianglala Production mengatakan bahwa secara materi fil Koboy Kampus sangat luar biasa. “Film ini merangkum pengalaman masa kuliah seorang Pidi Baiq. Kita berharap film ini bisa memberikan tontonan yang berbeda dari film-film lainnya,” papar perempuan yang pernah menjadi Sutradara film Biola Tak Berdawai (2003), Belahan Jiwa (2003), dan Pesan Dari Surga (2006). Sekar Ayu Asmara juga menginginkan Pidi Baiq bukan hanya menjadi aset Kota Bandung saja, tetapi bisa menjadi aset Tanah Air.”

Sekar menyebutkan jika banyaknya penonton bukan menjadi target utama. “Kami hanya bisa berharap, pembeli tiket film ini nanti puas dengan filmnya. Menurut saya, karya The Panasdalam itu terlalu sempit, karena hanya didengar oleh kalangan tertentu saja. Semoga dengan adanya film Koboy Kampus, lagu-lagu The Panasdalam bisa didengar oleh banyak orang di luar sana,” pungkasnya.

Erwin Koboy selaku personel The Panasdalam mengaku senang dan bahagia ketika kisah The Panasdalam akan difilmkan. “Saya sebenarnya harap-harap cemas. Tapi, Insya Allah film ini akan menjadi tontonan yang menarik,” ujarnya.

Sinopsis Singkat 

Ini adalah cerita nyata yang terjadi antara tahun 1995 sampai 1998, di masa pemerintahan Orde Baru sedang digoyang oleh adanya gerakan mahasiswa yang menuntut terjadinya reformasi. Di mana di saat yang sama terdapat lima orang mahasiswa senirupa ITB yang memiliki cara lain di dalam menyikapi situasi dan keadaan Indonesia di masa itu. Ketimbang ikut-ikutan demo, mereka memilih memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan sebuah negara sendiri berukuran 8x10m di lantai dua gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB). Negara itu diberi nama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. Penduduknya sebanyak 18 orang, yang tak lain adalah kawan-kawan mereka sendiri.

Negara ini dibentuk oleh PIdi Baiq yang kemudian mengangkat dirinya sendiri sebagai imam besar The Panasdalam. Imam besar The Panasdalam memiliki hak penuh di dalam memilih dan menentukan presiden. Presiden yang terpilh saat itu adalah Deni Rodendo. Alasan Imam besar memilih Deni adalah karena Deni dianggap satu-satunya presiden di dunia yang hapal nama penduduknya. Itu prestasi.

Imam besar juga membentuk Dewan Syuro untuk menjadi partner di dalam menentukan arah kebijakan negara The Panasdalam. Ketua dewan syuro yang diangkat oleh Imam Besar pada saat itu adalah Ninuk. Alasan memilih Ninuk adalah, karena Ninuk mau menjadi ketua Dewan Syuro.

Tahun 1998, setelah Bapak Suharto lengser, Imam Besar memprakarsai diadakannya Muktamar The Panasdalam, yang diadakan di Dago Tea Huis. Tujuan Muktamar adalah untuk menentukan apakah setelah Bapak Suharto turun, The Panasdalam tetap akan menjadi Negara atau bergabung lagi dengan NKRI?

Show More

Mentari Nurmalia

A writer who loves Hetfield. Sometimes in backstage, sometimes in frontrow

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: