Music Review

Ini Album Musik Rilisan 2018 Pilihan Rock Stage Journal

Memasuki penghujung tahun selalu menyenangkan jika dihabiskan dengan me-recall hal-hal baik atau pun buruk selama satuh tahun kebelakang. Baik untuk refleksi atau menyusun resolusi-resolusi baru (yang kadang enggak baru-baru amat) untuk di tahun berikutnya.

Begitu juga dengan menikmati musik, penghujung tahun adalah waktu menyenangkan bagi kami untuk merunut dan menyusun daftar putar atau album favorit yang dirilis selama satu tahun ke belakang. Tahun 2018 ini bisa dibilang menjadi tahun yang produktif bagi banyak musisi Indonesia. Terbukti dengan tak sedikitnya debutan yang mencuri perhatian, sophomore mengejutkan, hingga kolaborasi duo abi akhir zaman dari kancah hip-hop Indonesia yang memaksa daftar ini mundur hingga ‘mepet’ di akhir tahun.


Daftar ini berisikan Single, EP maupun LP yang menawarkan suasana baru untuk menemani hari-hari kamu dari mulai kejumudan jalanan, patah hati, hingga proses berdamai dengan diri sendiri. Selain itu, kami mencoba mengkurasi berdasarkan eksplorasi musikal, produksi teknis hingga perkara lirikal—tentunya dengan standar pengetahuan dan pendengaran kami—cocoklogi!


Tentu saja 12 album favorit pilihan redaksi ini tak bisa mewakili semua selera, karena pasti ada puluhan album bagus lainnya yang luput untuk kami simak. Jika boleh disebut kaleidoskop, daftar ini kami buat sebagai catatan (tak lengkap) yang dapat kalian lengkapi kapan pun, layaknya binder jaman sekolah yang acap kali digilir.


Apapun itu, album yang bagus, bahkan yang butut sekalipun akan memilih pendengarnya masing-masing—seleksi alam. Daftar ini hanya seutas catatan pengingat, bahwa ada album-album musik yang bagus untuk menemani baik-buruk hari-hari kamu sepanjang tahun 2018. Semoga di tahun 2019 yang sepertinya akan sedikit suram dengan perhelatan politik lima tahunan yang menyebalkan itu, akan menghasilkan lebih banyak album bagus lainnya yang menemani kita menghitung hari hingga kalender untuk berganti tahun kembali.
Berikut 12 Album Favorit 2018 pilihan redaksi Rock Stage Journal yang kami urutkan sesuka hati :

  1. Kunto Aji – Mantra Mantra
    Nyatanya, bukan Kunto Aji yang terlalu lama asik bermain ‘sendiri’, namun kita yang sudah kadung judgemental kalau ia hanya sukses dengan “Terlalu Lama Sendiri” sebelum Mantra Mantra dirilis pada September 2018 lalu melalui label musik Juni Records. Sejujurnya, sejak merilis single “Konon Katanya” kemudian demo Overthinker, Kunto Aji berhasil keluar dari ‘Terlalu Lama sendiri-esque’ yang terlanjur melekat. Setidaknya bagi kami. Mantra Mantra ini memang punya magis tersendiri sejak kali pertama mendengarkannya. Formulasi pop yang dikemas mengawang dengan suasana ‘leyeh-leyeh’ tak umum ini sanggup memberikan efek tenang yang berujung pada tombol repeat berkali-kali. Mantra Mantra sendiri hadir dengan isu yang aktual dengan kemunculannya. Tema kesehatan mental berhasil direspon dengan baik oleh Kunto Aji dan keempat produser; Petra Sihombing, Ankadiov Subran, Bam Mastro dan Anugrah Suwastradi yang cekatan mengawal album ini. Masuknya frekuensi solfeggio di lagu “Rehat” juga adalah bentuk ekplorasi lainnya yang membuat album ini ‘menenangkan’. Tak hanya sekadar keren-kerenan, hal ini juga melalui proses riset dan konsultasi bersama Psikolog. Mantra Mantra adalah paket komplit sebuah proyek musik yang ringan di telinga juga pejal berisi.
  2. .Feast – Beberapa Orang Memaafkan
    Setelah satu tahun sebelumnya mencuri perhatian dengan Multiverse, gerombolan rock yang tergabung dalam nama .Feast kembali mencuri perhatian dengan EP bertajuk Beberapa Orang Memaafkan. Terlepas dari beberapa polemik yang menyatakan pantas-tidaknya band muda ini membicarakan hal-hal ‘berat’ dalam materi mereka, satu yang patut diapresiasi adalah keberanian song-writing mereka yang nyeleneh. Pun bagaimana mereka berani mengkritisi kejadian intoleransi dan hal-hal aktual dengan kemasan beberapa video lirik yang epik dan patut diacungi jempol, meski secara komposisi musik Multiverse masih lebih kaya dan progresif. EP Beberapa Orang Memaafkan ini berisikan 6 trek yang dirilis pada bulan September 2018 melalui label Sun Eater.
  3. GrrrlGang – Not Bad, Not Fulfilled
    Menjadi ‘ceria’ tanpa ada beban masalah dalam hidup, bisa jadi adalah gambaran saat mendengarkan EP Not Bad, Not Fulfilled milik Grrrl Gang. Sejak awal kemunculannya, trio indie/dream pop amunisi terbaru Yogyakarta yang beranggotakan Anggeta Sentana (vokal, gitar), Edo Alventa (Gitar) dan Akbar Rumandung (Bass) langsung menjadi favorit ‘indie kids’ setelah merilis dua single berjudul “Bathroom” dan “Thrills” yang disuguhkan melalui sebuah videklip. EP Not Bad, Not Fulfilled dirilis oleh Kolibri Records pada awal November 2018 lalu.
  4. RockN Roll Mafia – Unison
    Pasca merilis Prodigal pada tahun 2012 lalu, Rock N Roll Mafia kembali dengan sebuah EP yang meriah dengan banyak kolaborasi. Album yang banyak menghadirkan musisi tamu, biasanya, pilihannya hanya dua ; menjadi terlalu banyak bumbu atau jadi sebuah album yang lengkap. Album ini masuk dalam pilihan kedua versi kami. Dalam album ini Rock N Roll Mafia mengajak beberapa nama mentereng seperti Petra Sihombing, Neonomora, dan Danilla. EP Unison berisikan 4 trek dengan nuansa electronic pop khas mereka, dirilis oleh Lafamiglia Records, Mei 2018.
  5. Krowbar – Swagton Nirojim
    Kancah hip-hop tanah air memang sedang kembali bergeliat. Baik secara produktivitas album maupun segala macam drama perkara diss-track atau fenomena ‘mendadak’ emcee. Sang Iblis Leksikon, Krowbar—pengumpat paling brengsek sepanjang tahun 2018 ini hadir dengan beat funk oldskool, beserta sampling-sampling ajaib khas Jay Beathustler yang terangkum dalam sebuah EP 77-BPM yang mematikan, Swagton Nirojim. Jika kalian termasuk ‘moralis’ album rilisan Grimloc Records yang satu ini bukan untuk kalian. Butuh nyali dan telinga yang ‘kebal’ untuk mendengarkan album ini.
  6. BAP/Yosugi – Monkshood
    Coming under the radar, ketika semua orang sibuk dengan ‘Beef Rap Battle’, justru sebuah suguhan eletik nan berani hadir tanpa aba-aba. Eksplorasi macam bunyi dalam lanskap hip-hop yang eksperimental, lirik-lirik puitik, dan kekacauan ini menjadi album mematikan dari BAP/Yosugi yang juga menjadi perbincangan bersama Cul De Sac.
  7. ​Morgue Vanguard x Doyz – Demi Masa   Ini salah satu album yang memaksa daftar ini mundur, mepet, sampai di penghujung tahun. Kolaborasi dua veteran hip-hop tanah air ini sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu. Dalam EP Demi Masa, MV dan Doyz kembali bertukar rima dalam beat-beat lawas, dengan stomping boombap maha epik gubahan Deejay Evil Cutz. “Junta Titimangsa”, “CSDB FM”, dan “Buckshot Funk”, adalah tiga nomor terbaik. EP Demi Masa juga menghadirkan Iwa K, Mr.EP (Blakumuh), Randslam dan Sarkasz sebagai tamu.
  8. ​Anomalyst – Cipta Rasa Karsa
    Anomalyst, bisa jadi salah satu band muda paling produktif juga pada tahun 2018 ini. Setelah tiga buah single berurutan mereka hadirkan, berselang dua bulan, tepatnya Oktober 2018 mereka merilis album kedua yang bertajuk Cipta Rasa Karsa. Dalam penggarapannya, Anomalyst bekerjasama dengan Widi Puradiredja (Maliq & d’Essentials) di lagu “Komedi Putar”. Selain itu ada Menwangi Adriana Shinta yang hadir sebagai musisis tamu yang memainkan instrumen dari Betawi dan Cina bernama Tehyan dan Erhu pada nomor. “Anestesi,” “Purnama,” dan “Karsa”. Album Cipta Rasa Karsa berisikan sembilan lagu termasuk tiga single yang sudah dirilis terlebih dahulu. Sebuah album yang menyegarkan.
  9. ​Rayssa Dynta – Prolog
    Satu lagi pendatang baru yang suskses mencuri perhatiam khalayak, yaitu Rayssa Dynta. Dengan berbekal EP bertajuk Prolog ia menawarkan harmoni, dengan sedikit nuansa trippy dan dreamy. Beberapa nomor terbaik milik jebolan Double Deer ini hadir pada nomor “Spark”, “Best Tonight”, dan “Something About Us”, tentunya. Debut menjanjikan dari seorang Rayssa Dynta.
  10. Yura – Merakit
    Tolok ukur ‘pendewasaan’ terhadap sebuah album, rasanya, hanyalah istilah usang. Yang jelas, setiap musisi berproses dalam proses bagaimana ia menciptakan karya. Output yang dihasilkan cuma dua, makin baik atau bahkan memang menjadi buruk. Album Merakit milik Yura ini merupakan sophomore penting dengan hasil yang memuaskan setelah berproses selama empat tahun sejak album perdana yang ia rilis pada 2014 lalu. Album ‘curhat’ ini terdiri dari sembilan buah lagu. Tak banyak solois perempuan yang mahir memainkan alat musik sendiri, hingga mencipta lagu yang kuat, Yura adalah pengecualian. Album ini terdiri dari 9 lagu yang juga menghadirkan beberapa nama mentereng tanah air, seperti Yovie Widianto, Tulus, hingga Iwan Popo. Untuk urusan peramu suara dan produser, Yura kembali mempercayakannya pada tangan dingin Ari Renaldi. Sungguh keputusan yang tepat.
  11. Senyawa – Sujud
    Duo Rully Shabara (vokal) dan Wukir Suryadi (multi-instrumentalis) boleh jadi musisi Indonesia dengan jadwal tur internasional paling padat. Langka sekali menyaksikan mereka di tanah air. Pada 2 November lalu, Senyawa merilis Sujud melalui label Sublime Frequencies. Sedikit berbeda dengan album-album sebelumnya, porsi bambuwukir—instrumen bambu—buatan Wukir Suryadi sedikit berkurang, berganti raungan riff gitar kelam multi layer yang mencekam. Tidak ada yang bisa membantah range vokal milik Rully yang diluar nalar sejak kemunculan debut self-titled mereka. Tak salah jika Pitchfork mengomentari Senyawa dengan “nearly sink to their knees under the heaviness of doom, folk metal, and noise, all the while proclaiming their humble fealty to the earth.”
  12. Burgerkill – Adamantine
    Penantian yang terbayar lunas bagi para begundal di seluruh penjuru negeri. Jika Venomous adalah sebuah transisi, maka Adamantine adalah sebuah pembuktian nyata dari raksasa metalcore asal Bandung ini. Kerja keras memang tak akan menghianati hasil. Album kelima yang menambah daftar diskografi Burgerkill ini boleh jadi salah satu album ambisius yang di garap tidak main-main. Komposisi padat, detil-detil sound yang presisi dalam album ini akan sangat menyenangkan bagi kamu yang gemar menikmati album dengan segala perkara teknis dan auditifnya. Album yang segar, lengkap dengan salah satu cover version metal terbaik yang pernah kami dengarkan, “Air Mata Api”

Honorable Mention :

Niki – Zephyr
The Upstair – Semburat Silang Warna
Tesla Manaf – Flex
AK//47 – Loncati Pagar Berduri
Rendi Pandugo – Underwater

Jimi Jazz – Kebisingan Pancaroba yang Merongrong

The Panturas – Mabuk Laut.
Sal Priadi – Melebur Semesta



Tags
Show More

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: