Interview

Penyanyi Asal Prabumulih, Galuh Adiwinata Rilis Single Kedua Bila Ku Hidup Tanpamu

Setelah sukses merilis debut singlenya yang berjudul Ku Tak Ingin,
penyanyi muda pendatang baru bernama Galuh Adiwinata kembali merilis single keduanya yaitu Bila Ku Hidup Tanpamu.

Saat sesi jumpa media pada Rabu malam, (21/08) di Bumi Sangkuriang Bandung, Galuh bercerita jika single keduanya ini merupakan pengalaman pribadinya yang ia bagikan lewat sebuah lagu.

“Lagu Bila Ku Hidup Tanpamu diambil berdasarkan pengalaman pribadi aku sendiri, ceritanya tentang seorang lelaki yang punya pasangan. Lalu, ia
terpikir bagaiaman rasanya jika harus hidup tanpa pasangannya tersebut, kayak enggak mau kehilangan aja gitu,” katanya malu-malu.  

Berbeda dengan lagu Ku Tak Ingin, di lagu Bila Ku Hidup Tanpamu, Galuh sedikit mengubah gaya bermusiknya. Di lagu ini Galuh seakan mencoba untuk tampil lebih ekspresif dan berani mengeksplorasi kemampuan vokal yang dimilikinya.

Melihat talenta yang dimiliki Galuh, seorang musisi kawakan bernama Harry Toledo pun kepincut untuk membantu Galuh memuluskan jalannya di industri musik tanah air. Harry pun bertindak sebagai Music Director.

Harry pun angkat bicara, ia menceritakan awal mula perkenalannya dengan Galuh, lebih tepatnya saat ia pertama kali mendengar suara penyanyi yang baru berusia 20 tahun tersebut.

“Saya ketemu Galuh itu di organisasi yang Galuh sendiri ada di dalamnya
(Indonesian Bass Family). Jadi, ceritanya ada salah satu anggota yang tanpa
sengaja mengirimkan video Galuh sedang bernyanyi. Saya langsung suka, sampai saya ulang-ulang terus videonya, saat itu juga saya tertarik dengan suaranya, dia itu berbakat,” papar Harry tentang Galuh.

Harry Toledo sendiri bukanlah nama yang asing di  merupakan Ketua Indonesian Bass Family. Ia juga pernah bekerja sama dengan musisi nasional hingga internasional. Sebut saja nama-nama seperti Ireng Maulana, Cherokee, Bali Lounge, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito hingga Akira Jimbo pernah melibatkan tangan terampil Harry dalam karya-karya mereka.

Ia menyebutkan jika sebagai Music Director dirinya tidak ingin hanya mencari vokalis yang memiliki suara bagus saja. Namun, Harry lebih ingin menemukan vokalis yang memiliki karakter yang unik. Ia menilai, apa yang dicarinya ada di diri Galuh.

“Menurut saya, Galuh itu spesial. Saya kasih tahu dia kalau dia itu punya
sesuatu yang beda dari yang lain. Saya kasih pressure ke dia, kalau mau sukses ya harus mau berjuang. Saya ingin orang tahu bahwa penyanyi dari daerah juga bisa sukses. Kebanyakan penyanyi yang dikenal itu kan cuma dari Jakarta dan Bandung saja, dua kota itu aja terus,” paparnya panjang lebar.

Tepat pada tanggal 21 Agustus 2019, Galuh juga merilis versi fisik dari
album perdananya yang diberi tajuk ‘18’. Sebelumnya, album yang berisikan 7 lagu itu hanya dirilis dalam format digital saja, yang hanya bisa didengarkan di platform musik streaming digital seperti Spotify, Joox, iTunes, dan lain-lain.



Tags
Show More

Insan Kamil

Music Photographer est 2016 - life in passion.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: