Interview

Kaka Slank Bicara Soal Slankers dan Perhatiannya Terhadap Musisi Muda

Slankers merupakan salah satu basis penggemar paling militan di Indonesia. Mereka tak segan untuk selalu menyaksikan penampilan Slank di manapun band yang beranggotakan Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bas), dan Bimbim (drum) tampil. Terbukti dengan tidak pernah sepinya panggung demi panggung yang Slank mainkan.

Pentolan grup band Slank, Kaka mengatakan bahwa Slank sendiri selalu merawat hubungan mereka dengan Slankers. “Slank tahu kalau Slankers itu banyak sekali di setiap kota. Oleh karena itu, kita banyak meresmikan fans club di berbagai daerah di Indonesia. Itu sebagai salah penghargaan Slank untuk mereka,” kata Kaka saat ditemui Rock Stage Journal usai check sound untuk penampilannya di Bandung pada Minggu (28/10/2018).

Kaka menyadari bahwa tugas sebuah band itu adalah membuat karya, karena itu sampai hari ini ia terus membuat karya bersama Slank. “Walau sudah banyak memiliki album, kita juga terus rekaman, ngeluarin single, dan tur. Hal-hal itu yang terus dilakukan oleh Slank,” tutur Kaka.

Selama 35 tahun berkarir di industri musik, Slank telah menghasilkan 32 album studio, empat album live, empat album soundtrack, serta dua album mini. Sampai hari ini Slank terus konsisten untuk tidak putus dalam berkarya. “Itu yang membuat Slankers loyal dan tidak mudah berpindah ke lain hati. Beda halnya dengan band yang dikit-dikit vakum, bukan tidak mungkin kalau fansnya akan berpaling. Karena ketika seorang kreator itu vakum, akan dengan mudah tergeser dengan kreator-kreator baru,” tuturnya panjang lebar.

Memperhatikan Talenta Muda
Seiring dengan perkembangan zaman, industri musik tanah air banyak menghasilkan talenta-talenta muda yang berkualitas. Vokalis berusia 44 tahun ini rupanya senang melihat banyak musisi baru dengan genre yang fresh dan lebih berwarna. Menurutnya, kepercayaan diri mereka lah yang memberikan warna baru bagi skena musik negeri ini.

Belum lama ini Slank juga berkolaborasi dengan Dipha Barus, salah satu komposer berbakat yang juga berkolaborasi dengan Raisa, Kalulla, Nadin Amizah, serta Monica Karina. Bersama Dipha Barus, Slank menghasilkan karya berjudul ‘(Non Political) Asian Dance’, salah satu lagu yang menjadi official song Asian Games 2018.

Ketika bertemu dengan Dipha Barus, Slank merasa memiliki kecocokan sehingga bisa berkolaborasi. “Pas kita ketemu Dipha, semuanya langsung klik karena kita sama sama produce musik sendiri. Slank kasih lagu dasarnya ke Dipha, terus Dipha aransemen dari yang genre nya rock n roll jadi lagu yang bisa buat orang joget,” papar Kaka.

Ia juga menambahkan jika di era serba digital ini sudah seharusnya para musisi menjadi produser bagi dirinya sendiri. “Dulu 60 persen musisi itu disetir oleh produser. Sekarang kebanyakan sudah mulai memproduksi karyanya sendiri. Jika dibandingkan zaman Slank awal bermusik, talenta sekarang itu banyak yang jauh lebih bagus dan percaya diri,” katanya.

Tags
Show More

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: