Otherside

Brand Lokal Bisa Rajai Pasar, Niion Buktikan Lewat Sterling Bag

Setelah meluncurkan See-Through Collection yang banyak dijadikan bahan perbincangan oleh pencinta fashion, khususnya tas, sekarang Niion kembali merilis koleksi teranyarnya yang diberi nama Sterling. Peluncuran diselenggarakan pada Jum’at (28/02/2020) lalu di Gudang Selatan 22 Kota Bandung.

Art Director Niion Indonesia, Rangga Yuzar mengatakan jika melalui produk terbarunya ia dan segenap tim Niion mencoba intin agar para pengguna setia produk mereka bisa tampil lebih perfaya dan menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.

Adapun proses kreatif untuk Sterling Collection ini memakan waktu sekitar lebih dari 6 bulan. Tentunya ada cerita menarik yang bisa kamu ketahui. Apakah itu?

Singkat cerita sewaktu Niion berkesempatan ikut ajang fashion Agenda Show di Las Vegas, New York pada tahun 2019, Niion membawa prototype alias sample Sterling ke event tersebut. Yang ternyata hasilnya di luar dugaan, produk yang ketika itu belum diberi nama itu malah menyita perhatian para pengunjung di sana.

“Ternyata di sana sambutannya baik saat kita pajang prototype produk ini. Orang yang datang malah mengapresiasi produk itu dan ingin order. Padahal produknya belum jadi, cuma sample aja. Dari situ akhirnya kita memutuskan untuk membuat produk ini,” tutur Rangga

Adapun proses kreatif terciptanya produk terbaru dari Niion ini memakan waktu sekitar 6-8 bulan. Mulai dari awalnya membuat sampling terlebih dulu, hingga akhirnya development yang lainnya yang berhubungan dengan Sterling.

“Kalau dilihat dari desainnya, untuk koleksi Sterling sendiri kalau diperuntukkan bagi orang-orang yang stand out dan yang confidence dengan dirinya sendiri,” ujar Rangga menambahkan.

Sebuah Brand Itu Harus Mempunyai Value

Sadar brandnya ini banyak digunakan oleh berbagai macam segmen. CEO Niion Indonesia, Adit Yara mengungkapkan jika ia kini membagi tiga segmentasi harga untuk produk-produknya. Adit menyebutnya dengan starter pack yang meliputi Basic (Rp100.000 – Rp200.000), Urban (Rp200.000 – Rp500.000) dan Sterling (Rp350.000 – unlimited).

Bicara soal Sterling Collection yang memiliki kisaran harga unlimited disinggung Adit karena ia ingin produknya bisa masuk ke segmen A. Bukan hanya segmen di bawahnya aja. Ia ingin menghasilkan produk dengan look yang lebih serius dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya.

“Ada banyak faktor kenapa produk dari sebuah brand harganya bisa sangat mahal. Contohnya Levis dan Hurley. Nah, brand lokal juga enggak masalah kalau harus mematok harga yang mahal.
Saya sama Rangga punya concern bahwa brand lokal Indonesia dengan segala branding dan creating value itu bisa mahal dengan catatan kita melakukan creating value bukan adding value,” terangnya.

Ketika sudah memiliki creating value, menurutnya orang di luaran sana tidak akan lagi mempedulikan harga produk dari sebuah brand, tapi lebih fokus terhadap value dari brand itu sendiri.

Saat ini, Adit bersama Rangga, tandemnya di Niion juga sedang menggalakan sebuah campaign yang diberi tajuk Activators. Apa sih yang mereka lakukan lewat kampanye tersebut?

“Lewat campaign ini kita lagi coba kampanyekan untuk ngepush para pelaku usaha, pemilik brand dan creators itu sendiri bahwa cara bikin brand itu menjadi mahal ada sebuah proses panjang di belakangnya. Kita lagi coba kampanyekan dan push mereka bahwa proses tersebut tidak instan dan tidak boleh dianggap sepele,” bebernya.

Tags
Show More

Related Articles

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: